Kamis, 04 Agustus 2011

CARA MENJADI PEMAIN SEPAK BOLA PROFESSIONAL

Lari setiap hari
Ras adalah latihan kardiovaskular fantastis, berlari sampai dengan 3 mil per hari akan membantu mempertahankan kondisi yang optimal fisik Anda. Menjalankan menanjak akan meningkatkan intensitas latihan anda. Setelah Anda menemukan RAN 2 mil curam dan berlari ke arahnya selama 20-30 meter, kemudian turun. Ulangi 5-10 kali. Untuk melakukan hal ini, setiap hari untuk meningkatkan kebugaran dan daya tahan yang akan memungkinkan Anda untuk bermain terbaik Anda lebih lama.
Langkah 2 dari 5 cara untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang lebih baik.
Latihan untuk meningkatkan kecepatan
Untuk memperkuat otot-otot kaki dan kecepatan refleks, menemukan setetes sekitar 150 cm atau berdiri di atas hal yang pasti dari ketinggian yang sama. Langsung off, mendarat di posisi berjongkok pada dua kaki dan berdiri tegak secepat mungkin. Pastikan Anda melakukan pemanasan dan meregangkan sebelum melakukan latihan ini untuk menghindari cedera.
Langkah 3 dari 5 cara untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang lebih baik.
Putar dengan kaki kedua
Kebanyakan pemain bermain lebih baik dengan satu kaki daripada yang lain, sulit untuk meningkatkan hubungan Anda dengan kaki kuat Anda. Fokus pada kaki Anda lebih rendah untuk kemenangan cepat untuk meningkatkan permainan Anda bahwa perbaikan terbesar dapat dibuat dengan lebih sedikit pekerjaan. Menendang bola dinding hanya dengan menggunakan kaki yang lemah Anda. Memiliki permainan praktik di mana tidak semua orang bermain dengan kaki lemah mereka. Ini adalah tugas yang sederhana dan Anda akan melihat hasil dalam waktu singkat.
Langkah 4 dari 5 cara untuk menjadi seorang pemain sepak bola yang lebih baik.

Melatih Tendangan

Situasi pertandingan terkadang menempatkan sebuah tim memperoleh kesempatan mencetak gol melalui tendangan penalti. Teknik menendang bola dalam sepak bola khususnya tendangan penalti harus dilatih secara intensif. Teknik menendang bola yang benar akan memperbesar kemungkinan terciptanya gol.

Penalti

Seorang penendang penalti adalah sosok yang ditunjuk dan diberi kepercayaan oleh pelatih tim. Pelatih tim tidak hanya menunjuk seorang pemain saja tetapi penendang utama memiliki deputi antara dua atau tiga pemain lain. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila penendang utama berhalangan dalam menunaikan tugasnya karena sedang cedera atau tidak sedang dalam permainan.

Beberapa pemain dilatih khusus untuk menjalankan dan menghadapi skenario tendangan penalti yang termasuk bagian dari strategi tim. Misalnya saat akan menghadapi sebuah pertandingan yang memasuki babak sistem gugur dan tim menginginkan kemenangan diperoleh melalui adu penalti. Maka pemain-pemain tersebut diberi porsi latihan khusus untuk semakin meningkatkan ketrampilan mengecoh penjaga gawang lawan.

Tendangan Penalti

Secara umum ada dua prinsip dasar melakukan tendangan yang sering disebut juga tendangan dua belas pas ini.

    Pertama adalah tendangan yang mengutamakan penempatan arah bola ke salah satu sudut gawang. Teknik menendang bola menggunakan kaki bagian dalam.

    Kedua adalah menendang dengan kekuatan tenaga yang keras diperoleh dari tendangan kaki bagian dalam atau punggung. Bola meluncur deras kearah gawang sehingga penjaga gawang terlambat melakukan antisipasi terhadap bola. Namun teknik ini harus dilaksanakan secara hati-hati karena apabila tenaga yang dikeluarkan tidak terkendali dapat menyebabkan gerakan bola meleset dari sasaran.



Pengaruh Mental

Pandangan umum menyatakan bahwa tendangan penalti sangat mudah dikonversi menjadi sebuah gol dibandingkan tendangan bebas. Cukup wajar karena penendang memiliki waktu mempersiapkan diri dan meletakkan bola dalam posisi yang baik. Selain itu, tidak ada pemain penghalang seperti halnya tendangan bebas.

Namun yang perlu diperhatikan adalah menguasai teknik menendang bola dalam sepak bola saja tidak cukup untuk menyelesaikan eksekusi penalti tanpa kekuatan mental. Penendang penalti harus mampu mengendalikan emosi yang mendominasi diri sehingga mengacaukan konsentrasi. Kesulitan yang dihadapi bertambah besar apabila tim lawan melakukan tindakan provokasi atau intimidasi.

Trik Tipuan

Pemain lawan khususnya penjaga gawang seringkali berupaya melakukan tindakan-tindakan untuk mengacaukan konsentrasi penendang penalti. Trik-trik yang sering dipraktekkan pemain lawan adalah menggeser penempatan bola atau mengucapkan kata-kata yang mengganggu. Sedangkan penjaga gawang biasanya berupaya dengan melakukan gerakan melompat-lompat ditempat atau kearah kiri dan kanan.

Dalam hal ini seorang penendang penalti harus memiliki keyakinan diri dalam menentukan arah sasaran bola ke sudut gawang tertentu. Merubah arah tendangan seketika akan menendang bola disebabkan gerakan penjaga gawang adalah tindakan yang harus dihindari. Hal lain yang patut diingat ialah pandangan mata saat akan menendang bola berbanding lurus dengan arah bola dan penjaga gawang sudah memahami benar hal tersebut.


Tendangan Penalti Unik

Tendangan penalti merupakan bentuk hukuman kepada sebuah tim atas pelanggaran permainan di area kotak penalti sendiri. Tim lawan yang mendapatkan hadiah tendangan penalti melalui seorang pemain mengeksekusinya secara langsung mengarah ke gawang. Namun sejarah mencatat, ada sebuah tendangan penalti yang dilakukan dengan cara unik dan sebagian orang menyebutnya sebagai teknik menendang bola dalam sepak bola yang kreatif bahkan konyol.

Seorang legenda besar sepak bola dunia bernama Johan Cruyff pernah mengambil tendangan penalti yang jarang dilakukan pemain sepak bola dunia. Saat membela Ajax Amsterdam melawan Holmend Sport tahun 1982, Johan Cruyff menendang bola pelan (passing) kepada rekan setimnya Johan Jesper. Selanjutnya diumpankan balik kepada Johan Cruyff yang langsung menendang bola hingga mengelabui penjaga gawang Otto Versfeld.

Kira-kira dua puluh empat tahun berselang setelah Johan Cruyff melakukan tendangan penalti diluar kebiasaan. Sebuah pertandingan Liga Inggris tahun 2006 mempertemukan Arsenal Melawan Manchester City, menginspirasi seorang Robert Pires untuk melakukan tendangan yang serupa Johan Cruyff. Pada waktu itu Robert Pires mengumpan bola kepada Thierry Henry tetapi kesalahpahaman diantara keduanya mengacaukan rencana tendangan penalti tersebut hingga gagal membuahkan gol.

Gaya bertahan Pemain Futsal
Secara matematis ukuran luas lapangan futsal standar adalah 1050 meter persegi, dengan asumsi bahwa ukuran maksimal panjang lapangan yang digunakan adalah 42 meter dan lebarnya 25 meter. Secara umum memang tidak banyak lapangan futsal yang sedemikian luasnya. Mengingat ukuran lapangan berdimensi lebar lapangan 15 meter sampai 25 meter dan panjangnya 25 meter sampai 42 meter masih memenuhi syarat.

Begitu pentingnya arti luas lapangan futsal membuat pelatih selalu cermat memasukkan faktor ini kedalam sebuah taktik permainan. Permainan futsal tidak dapat dilepaskan dari penguasaan lapangan melalui pergerakan dinamis dari setiap pemainnya. Setiap pemain mampu memainkan bola di berbagai sudut lapangan ketika menyerang.

Cara bertahan sebuah tim harus diukur berdasarkan luas lapangan futsal. Prinsip dasar dalam mempertimbangkan luas lapangan terhadap area pertahanan adalah pertama area lapangan yang kecil akan memberi kemudahan untuk membangun sistem pertahanan tim yang terorganisir. Kedua, mengefektifkan gaya bertahan dengan melakukan banyak pergantian pemain. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kelelahan fisik yang dapat berimbas kepada konsentrasi bermain.

Ketiga adalah memperlebar area bertahan ketika berhadapan dengan lawan yang tangguh. Selain itu, perluasan area bertahan dikarenakan kondisi tim ketika pertandingan berlangsung sedang tertinggal. Diharapkan pemain lawan dapat ditekan sejauh mungkin sebelum memasuki area setengah lapangan permainan sendiri.


Pola Permainan Bertahan

Varias cara bertahan dalam permainan futsal yang harus sering dilatih dan berani diperagakan dalam pertandingan, misalnya penjagaan individu pemain lawan (man to man marking) atau penjagaan area (zonal marking). Masing-masing sistem pertahanan memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga harus disesuaikan dengan kondisi tim saat itu. Kombinasi dari keduanya dapat diterapkan secara proporsional dalam pertandingan yang ketat.

    Penjagaan Individu (Man to Man Marking)
    Man to man marking adalah pola bertahan sebuah tim yang dilakukan seorang pemain menjaga dengan ketat satu pemain lawan. Setiap pergerakan pemain lawan baik dengan bola maupun tanpa bola diawasi dan diikuti secara intensif agar ruang geraknya menjadi sempit. Maka dari itu, jarak antara pemain yang menjaga harus selalu dekat dengan pemain lawan yang dijaga.

    Penjagaan individu akan membuat pemain lawan jarang mendapatkan bola sehingga penguasaan bola (ball possesion) berkurang dan pola permainan menjadi tidak terorganisasi dan berkembang sesuai strategi tim. Bahkan kesempatan untuk melakukan tendangan kearah gawang pun menjadi sedikit. Pemain lawan dituntut terus bergerak mencari ruang kosong hingga mengakibatkan kelelahan fisik.

    Meskipun memperkecil peluang pemain lawan untuk mencetak gol, stategi man to man marking akan menemui kesulitan apabila pemain lawan memiliki kelebihan skill individu. Teknik individu sangat berperan dalam upaya melewati hadangan satu pemain penjaga dan apabila sistem pertahanan ini terbongkar akan memberikan celah bagi tim lawan.

    Selain itu setiap pemain harus memiliki kesiapan fisik yang prima untuk menjaga intensitas pengawalan terhadap pemain lawan. Fisik yang kendur akan mengganggu konsentrasi sehingga lawan akan mudah melewati selanjutnya merancang serangan berbahaya.

    Penjagaan Area (Zonal Marking)
    Pola pertahanan untuk menjaga daerah pertahanan yang berpotensi menimbulkan ancaman langsung ke gawang. Penjagaan area sangat cocok meredam permainan lawan yang mengandalkan variasi gerakan pemain secara dinamis dengan umpan-umpan yang akurat. Permainan menjadi efektif menghalau umpan silang dari sisi-sisi lapangan.

    Koordinasi antara satu pemain dengan pemain lawan harus terjaga dengan baik untuk menutup ruang atau celah pertahanan yang dapat dimanfaatkan pemain lawan mencetak gol. Pemain lawan dibiarkan menguasai bola kemudian dilakukan perubahan penjagaan agar terjadi kesalahan di pihak lawan. Apabila bola berhasil direbut maka seluruh pemain dalam tim bertransisi dari bertahan menjadi serangan balik cepat dan berbahaya.

    Sisi kelemahan penjagaan area adalah memberikan kesempatan pemain lawan memainkan bola selama mungkin. Hal ini membuka peluang bagi pemain lawan mencetak gol dari tendangan jarak jauh. Setiap serangan balik harus dimanfaatkan menjadi gol karena jarangnya kesempatan mengembangkan permainan dari penguasaan bola.

4 komentar: